7 Cara Mengatur Nafas Saat Berlari Agar Tidak Mudah Lelah


Vemala
10 March 2018

Olahraga berlari merupakan aktifitas yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh, terutama bermanfaat dalam membantu

Olahraga berlari merupakan aktifitas yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh, terutama bermanfaat dalam membantu pembakaran lemak. Selain itu, untuk melakukannya cukup mudah dan tidak membutuhkan teknik yang ribet, di mulai anak kecil hingga dewasa bisa melakukannya.
Meskipun memiliki banyak manfaat, banyak orang yang enggan melakukan jenis olahraga ini,karena di pengaruhi banyak factor, contohnya seperti cepat capek ketika melakukannya. Mungkin anda juga pernah ngalamin ?
Penyebab melakukan olahraga lari cepat ngos-ngosan, bisa di pengaruhi oleh teknis pernafasan yang kurang tepat,  memiliki penyakit asma, jarang melakukan olahraga dan masih banyak factor lainnya. Namun, anda tidak usah khawatir lagi ketika nanti melakukan olahraga lari, dan sekarang akan mengetahui teknik yang tepat untuk mengatur nafas saat berlari, sehingga bisa melakukannya lebih lama dari biasanya.
1. Jangan Lupakan Pemanasan
Perlu di ingat, bahwa pemasan merupakan dari olahraga, dan jangan sampai melawatinya kerana di hanya di anggap tidak terlalu penting. Mulailah melakukan berjalan kaki dengan intensitas yang rendah dan menegah, untuk mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktifitas yang lebih , seperti berlari.
2. Mengatur Nafas Melalui Mulut
 Banyak orang yang menyarankan untuk mengambil nafas melalui hidung ketika melakukan olahraga lari, karena untuk mengatur aliran udara. Namun, ketika anda melakukan olahraga lari, maka kebutuhan oksigen akan meningkat. Melakukan teknik pernafasan melalui mulut ketika berlari, maka kebutuhan oksigen melalui mulut akan lebih banyak di banding mengambil nafas dari hidung.
Dan ketika melakukannya,sebaiknya untuk menghindari sambil tergesa-gesa, tapi lakukan dengan cara yang teratur dengan irama untuk mengontrol lari.
3. Berlari Dan Berjalan
Ada kalanya anda masih belum terbiasa melakukan olahraga lari dalam waktu lama, maka anda tinggal menggabungkan dengan berjalan kaki, untuk memberikan kesemapatan tubuh untuk mengatur nafas kembali dan mengembalikan energy beberapa menit. Misalkan anda melakukan lari sebanyak 5 menit dan lakukan berjalan kaki sebanyak 1 menit dan lakukan pola seperti itu.
4. Olahraga Lari Dalam Ruangan
Ada beberapa orang melakukan lari namun cepat ngos-ngosan, bisa saja itu di pengaruhi oleh cuaca yang terlalu lembab, alergy, udara yang kotor dan sebagainya. Maka cobalah melakukan olahraga di dalam ruangan, seperti menggunakan alat treatmeall yang bisa anda atur udaranya.
5. Lakukan Dengan langakah Penjang
Bernafas yang dilakukan dari melakukan olahraga lagi, bisa di pengaruhi dari gerakan yang dilakukan, seperti melakukan lari dengan langkah panjang. Dengan melakukan lari dengan langkah panjang, akan membuat kemungkinan kehabisan nafas.
6. Melatih Pernafasan
Pengaruh seseorang cepat kebahisan nafas saat berlari bis di sebabkan , dangkalnya pernafasan yang dimilki yang di pengaruhi beberpa hal. Sebbelum melakukan olahrga, cobalah untuk rileksasi terlebih dahulu untuk membuat tubuh dan perasaan menjadi tenang.
  • Ambil nafas dalam-dalam secara perlahan melalui hidung
  • Lalu keluarkan melalui mulut
  • Rasakan udara yang masuk kedelam tubuh
  • Lakukan relaksasi ini hingga tubuh merasa siap untuk melakukan olahraga

 

7. Asupan Makanan
Makanan ambil andil dalam membantu olahraga yang dilakukan bisa berjalan dengan baik,dan usahakan untuk tidak terlalu banyak makan sebelum olahraga, karena bisa membuat nafas anda kurang maksimal , karena di terisi makanan yang dikonsumsi dan terlebih dapat membuat keram di area perut.
Sebelum melakukan olahraga, maka sebaiknya makanan 1 sampai 2 jam sebelum berolahraga, dan makanan pun bisa dengan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti pisang dan makanan sejenisnya dan supan lainnya, seperti protein dan yang lainnya.


Leave a Reply