Hati-hati Ladies, Inilah Bahan Bahaya Pada Kosmetik yang wajib Dihindari

  • Whatsapp
bahan bahaya pada kosmetik

Hati-hati saat akan mengenakan kosmetik apapun pada tubuh, jika tidak ingin menimbulkan masalah di kemudian hari. Jangan tertipu dengan keinginan diri sendiri yang selalu tampil cantik, namun mengabaikan kebaikan terutama hal kesehatan. Teliti sebelum membeli, jangan tergiur terhadap yang menjanjikan kemudahan sesaat.

Mendambakan wajah halus dan terawat itu butuh ketekunan dan kesabaran tinggi dalam mengerjakannya. Sama seperti kesuksesan, wajah putih mulus tidak didapat dalam waktu semalam. Harus rajin-rajin merawat, menghindari semua hal yang memicu rusaknya penampilan.

Seperti yang terjadi pada beberapa kosmetik yang beredar di pasaran. Meski BPOM yang berkerjasama dengan para aparat penegak hukum telah berkerja keras membasmi peredaran kosmetik berbahaya dan terlarang ini, tapi sebagai obyek sasaran target market mereka, harus waspada dan berhati-hati. Berikut zat-zat berbahaya yang biasanya dicampurkan ke dalam bahan baku pembuatan kosmetik.

  • Paraben

Adalah zat kimia yang biasanya digunakan sebagai bahan pengawet pada produk kecantikan. Ditulis dalam beberapa nama antara lain : Methyl-paraben, Buthyl-paraben, dan Prophyl-paraben. Kontroversi menyebutkan sebuah penelitian mendeteksi, adanya penyakit payudara yang disebabkan oleh paraben, yang dikenal mampu meniru hormon estrogen sehingga sangat mungkin berpotensi sebagai penganggu hormon.

  • Sodium Lauryl Sulfates

Sodium Lauryl Sulfates atau SLS banyak dijadikan campuran untuk membersihkan kotoran dan minyak. Jumlahnya lebih dari seratus macam jenis, baik yang alami maupun sintetis. Berasal dari belerang atau produk berbahan dasar petrouleum. Kontroversinya dapat mengikis rambut hingga tampak kusam, menimbulkan iritasi pada kulit dan kering.

  • Senyawa Alumunium

Adalah bahan aktif yang biasanya ditemukan pada deodorant. Fungsi utamanya menghambat kelenjar keringat pada ketiak. Dengan demikian ketika ketiak basah, bau badan yang tidak sedap dapat dihindari. Kontroversinya deodorant antiperspirant yang mengandung alumunium chlorchydrate yang dipakai secara secara terus menerus, menyebabkan sel kanker payudara tumbuh juga Alzhaimer, karena memiliki kemampuan meniru hormon estrogen tubuh.

  • Phthalates

Adalah zat kimia yang digunakan pada produk plastik hingga kosmetik (cat kuku, hairspray) supaya tetap lentur, alat rumahtangga dan alat kedokteran juga memakainya. Kontroversinya menghambat pertumbuhan hormon terutama pada anak-anak dan pria, menyebabkan rusaknya sistem reproduksi.

  • Triclosan

Adalah zat kimia bersifat antibakteri yang biasa ditemukan pada sabun mandi dan pasta gigi. Kontroversinya menimbulkan penyakit fibrosis hati, kanker, gangguan hormon, dan perkembangan bakteri superbug.

  • Talc

Adalah bedak mineral yang terbuat dari magnesium, silicon, hirogen dan oksigen. Talc juga ditemukan pada bedak wajah dan eye shadow. Kontroversinya talc yang pembuatannya tidak dimurnikan diklaim terkontaminasi asbestos, yang dikenal dengan karsinogen, sehingga  menyebabkan terjadinya kanker pada ovarium, paru-paru dan rahim.

  • Minyak Mineral

Minyak yang berasal dari sumber bumi. Dipakai pada kosmetik jenis noncomedogenic. Kontroversinya bersifat karsinogenic di mana memicu terjadinya kanker.

  • Mercuri (Hg)

Banyak digunakan untuk lotion pemutih atau krim. Sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk organ tubuh seperti ginjal, gangguan perkembangan janin sebab bersigat karsiongenic. Lebih fatal bisa pula menyebabkan kerusakan permanen pada susunan saraf otak.

  • Timbal (Pb)

Termasuk logam berat dan juga dilarang untuk digunakan sebagai bahan campuran kosmetik. Jika mengenai anak-anak, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan sistem saraf, yang berdampak besar pada perkembangan dan tingkah laku mereka kelak. Untuk orang dewasa bisa menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, penyakit kardiovakuler, dan menurunkan fungsi ginjal.

Related posts