Cara Menanam Selada Hidroponik Di Rumah dengan Mudah

  • Whatsapp
cara menanam selada hidroponik

Selada, merupakan jenis sayuran hijau yang bisa digunakan sebagai campuran salad, ataupun dimakan secara langsung sebagai lalap. Pada umumnya tempat tumbuh tanaman tersebut berada di daerah dataran tinggi serta berhawa sejuk, semisal pegunungan. Tapi pertanyaannya adalah dapatkah dibudidayakan selain area tersebut?

Sesuai judul artikel ini, memang yang akan dibahas mengenai cara menanam selada secara hidroponik. Di mana biasa diletakkan ke dalam pot atau polybag, dengan menggunakan sumbu atau wick.

Read More

Untuk lebih jelas, berikut langkah-langkahnya!

Cara Menanam Selada Hidroponik

  1. Pengetahuan dasar tentang benih dan proses pemilihannya

Pilih sesuai kebutuhan yang akan ditanam, jangan keliru. Sebab ada banyak benih yang bisa dipilih sebelum dipakai, seperti :

–          Gread Rapids : untuk semua tipe dataran

–          Iceberg : untuk semua tipe dataran

–          Kriebo : untuk dataran rendah-menengah

–          Lettuce Red Romaine : untuk semua tipe dataran, dan masih banyak lagi

  1. Persiapan pembibitan

Selanjutnya ketika sudah mendapatkan jenis benih yang diinginkan, segera semaikan ke polybag, wadah, nampan, atau boleh apa saja. Media tergantung selera. Tapi bila memakai arang sekam, maka terlebih dahulu arang dimasukkan ke wadah, kemudian dibasahi.

Lalu tanam satu persatu benih. Biasanya sekitar 3-4 hari akan tumbuh kecambah. Dapat dipindah setelah berumur 25-30 hari.

Setelah mengetahui jenis bibit yang diperlukan, maka lakukan persiapan berikutnya untuk keperluan ini. Berikut peralatan yang perlu disediakan :

  • Tandon nutrisi

Adalah tempat penampungan larutan nutrisi hidroponik. Bentuknya sesuai bahan dasar yang digunakan, misalnya ember, kaleng, botol bekas, baskom atau box styrofoam.

  • Pot tanaman

Bisa berasal apa saja, boleh cup plastik, gelas mineral dan sebagainya.

  • Sumbu

Berguna sebagai penaik larutan dari tandon menuju media tanam. Ideal yang dipergunakan seharusnya kain flanel, atau pilih sendiri yang penting dapat menyerap air.

  • Nutrisi selada hidroponik

Nutrisi ab mix untuk jenis sayuran daun

  • Benih selada

Merupakan persiapan benih yang dibutuhkan nanti

  • Media tanam

Bisa rockwool, arang sekam dan cocopeat

  • TDS/EC meter

Alat untuk mengukur kepekatan/PPM larutan nutrisi hidroponik

  • Air beku

Contoh yang baik : Air sumur Atau Air sungai

  1. Cara menanam

Siapkan peralatan yang telah disebutkan di atas tadi. Buat larutan nutrisi hidroponik secukupnya, dengan dosis rendah. Pasanglah sumbu kain flanel/wick ke dalam pot secara panjang. Usahakan menyentuh dasar Polybag.

Kemudian buka secara berhati-hati buka semua polybag, jangan sampai akar benih rusak atau putus. Masukkan bibit selada segera ke polybag, lalu isi dengan media tanam secara penuh, setelah itu diletakkan pada tandon dan ditaruh di tempat sejuk selama 2-3 hari. Di bawah naungan paranet, kemudian secara bertahap perkenalkan dengan cuaca sekeliling.

  1. Jarak tanam

Selada hidroponik, untuk dapat tumbuh sempurna membutuhkan jarak tanam, yakni sekitar 25 sampai 30 cm. Pada tempat yang lebih luas lagi, semisal box bekas kemasan buah, jaraknya dapat ditentukan sendiri.

  1. Perawatan dan pemeliharaan

Hanya memastikan selada mendapat sinar matahari penuh, dan memberi nutrisi yang diperlukan. Bila tandon kecil, seringlah mengecek keadaannya. Usahakan pula suhu selalu stabil, agar tanaman tak gampang layu.

Jika tandon berasal dari kaleng, pasang busa atau handuk tebal yang telah dibasahi air, supaya sinar matahari tak membakar mereka. Ideal yang digunakan seharusnya yang dibuat dari styreofoam. Tidak dari kaleng yang memicu suhu tinggi, jika terkena sinar matahari.

  1. Pengendalian hama penyakit

Seperti yang sudah sering dijelaskan, jika menanam dalam skala kecil, pembasmian hama usahakan jangan memakai bahan-bahan kimia. Namun lakukan dengan cara alami, misalnya langsung memisahkan tanaman yang terindikasi penyakit dengan yang lain, supaya selamat.

  1. Masa panen

Masa tanam selada air sekitar 2 sampai 3 bulan sejak pembenihan berlangsung. Asal dirawat dengan baik, ada yang bisa dipanen lebih cepat dari perhitungan masa tanam. Mudah bukan?

Tidak rumit! Telaten dan rajin memeriksa tanaman, itu kuncinya.

Selamat bereksperimen!

Related posts