Hai Ladies , Inilah Cara Mengatasi Sesak Napas Saat Hamil

  • Whatsapp
cara mengatasi sesak nafas saat hamil

Sesak napas secara umum bisa menyerang ibu hamil, terutama pada trismester pertama dan kedua. Sangat mungkin terjadi bila dipicu faktor obesitas dan terdeteksi hamil kembar. Mereka membutuhkan banyak oksigen tidak seperti yang lain.

Apa yang menyebabkan sesak napas pada ibu hamil?

Read More

Penjelasannya ialah : Pada trisemester terakhir kehamilan, janin bayi yang berkembang mendorong uterus danĀ  mendesak otot diafragma, di mana otot ini terletak di bawah paru-paru yang berkontraksi setiap manusia bernapas. Otot tersebut maju sekitar 4 cm dari posisi awalnya, akibatnya mendorong organ lain. Salah satu yang terkena dampaknya adalah paru-paru, pusat repiratory (pernapasan). Pada otak distimulasi oleh progesteron yaitu hormon yang dikeluarkan selama kehamilan, agar mengambil napas yang lebih lambat. Meskipun hanya melakukan aktifitas yang ringan saja.

Sesak napas pada ibu hamil dapat pula terjadi sebagai akibat tekanan janin yang terus membesar kepada paru-paru. Hamil anak kembar atau kantong ketuban pecah, dengan jumlah cairan cukup banyak juga bisa menyebabkan kesulitan saat bernapas. Belum lagi kondisi lain seperti anemia dan asma, juga bisa memicu terjadinya sesak napas saat hamil.

Faktor kehamilan anak pertama atau telah hamil sebelumnya teramat berpengaruh, kurang menyenangkan bagi ibu hamil anak pertama mengalami hal tersebut, apalagi nanti setelah hamil berikutnya. Selain itu faktor penyakit bawaan yang diderita sebelum kehamilan bisa saja ikut andil di dalamnya. Berikut cara mengatasinya :

  1. Memerhatikan saat mulai sesak napas

Jika ibu hamil sudah mulai merasakan sesak napas, maka sebaiknya berhenti ketika melakukan aktititas. Dapat duduk di kursi selonjoran dan minum air putih. Jangan berlebihan mengerjakan sesuatu, ingat bayi yang di kandungan.

  1. Melakukan aktifitas ringan

Masih tetap bisa melakukan aktifitas ringan, namun melakukannya harus diatur. Bila merasa lelah harus istirahat. Jangan naik turun tangga secara sembarangan, yang berpotensi membahayakan tubuh dan janin.

  1. Duduk untuk mengurangi sesak napas

Ketika tiba-tiba serangan napas menyerang, dapat mencari tempat duduk di kursi. Untuk sementara waktu tinggalkan kegiatan yang dilakukan.

  1. Mengurangi edema atau pembengkakan

Dapat dilakukan dengan cara :

  • Membatasi konsumsi garam
  • Minum banyak air
  • Cepat konsultasi dokter bila merasakan kelainan pembengkakan
  1. Periksa secara medis

Telah disinggung sebelumnya, misalnya ketika ibu hamil juga sudah membawa riwayat bawaan seperti : Asma, jantung dan penyakit organ dalam lainnya, memiliki risiko lebih besar mengalami sesak napas. Si ibu hamil harus benar-benar waspada berhati-hati, rutin memeriksakan dirinya ke dokter.

Tips untuk mengurangi sesak napas

  • Berdiri tegak saat olahraga
  • Latihan aerobik atas pengawasan dokter
  • Jangan sering membungkukkan badan
  • Ketika tidur topang dengan bantal pada tubuh bagian atas, atau berbaring dengan tubuh bersandar dengan bantal.
  • Gunakan kursi untuk duduk selonjoran
  • Jangan memaksakan diri untuk berkerja ketika sudah merasa lelah
  • Jangan sering memanjat tangga, hati-hati memilih beban.
  • Hindari makanan pedas, minuman penyebab diuretik.
  • Banyak mengonsumsi zat besi
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar
  • Hindari pakaian ketat
  • Cukup ventilasi udara di kamar, siap sedia air minum
  • Hindari minuman beralkohol dan bersoda
  • Kurangi stres
  • Perbanyak minum air putih
  • Istirahat
  • Hubungi dokter bila sesak napas berlanjut

Related posts