10  Hama Dan Penyakit Tanaman Kacang Hijau Dan Cara Pengendaliannya

  • Whatsapp
hama dan penyakit tanaman kacang hijau

Semua orang bisa dipastikan menggemari jenis tanaman gurih ini, yakni kacang hijau. Namun sayangnya, untuk memperloeh hasil bagus, para petani harus rela berjuang keras ketika menamam. Sebab serangan hama dan penyakit, dapat datang sewaktu-waktu, sehingga menyebabkan kegagalan panen.

Hama Dan Penyakit Kacang Hijau Dan Pengendaliannya

  1. Semut

Pada umumnya menyerang benih kacang hijau yang baru saja ditanam. Warnanya merah dan bentuknya kecil, berada di dalam tanah. Serangannya mengakibatkan benih berlubang, hingga dimakan habis. Sehingga lama-lama membusuk tak mau tumbuh.

Read More

Pengendalian :

–          Pemberian insektsida pada tanah sebelum penaburan benih. Untuk setiap 10 kg benih, insektisida yang diperlukan sebanyak 1 sendok makan bentuk tepung, misalnya metindo atau lannate

  1. Lalat Bibit/lalat kacang

Nama ilmiahnya Ophiomya phaseoli tryon. Hama tersebut juga menyerang bagian bibit yang baru ditanam, sehingga kesulitan untuk tumbuh. Dia meninggalkan bekas lubang seperti gigitan pada biji kacang hijau yang diserangnya. Yang kemudian membusuk dan mati.

Sedangkan terhadap tanaman yang sudah tumbuh, akan terlihat lubang tak beraturan pada daunnya. Hampir mirip hama yang menyerang kacang kedelai.

Pengendalian :

–          Sanitasi lahan

–          Rotasi tanaman

–          Pemberian insektisida lannate atau metindo, dengan ukuran sama pada hama semut

–          Penyemprotan pestisida bila sudah tumbuh

  1. Kepik Hijau (Nezara Viridula)

Tempat hidupnya di bawah daun dengan cara bergerombol. Menyerang kacang biji kacang hijau hingga mengempis lalu kering.

Pengendalian :

–          Penyemprotan insektisida berbahan akif metomil yang dicampur profenos. Dikerjakan pada pagi hari dengan inteval 3 kali sehari.

  1. Penggerek Buah/Penggerek Polong (Etiella zinckenella treit)

Hama tersebut menyerang bagian polongnya dan bertempat di sana, sehingga menyebabkan kebusukan dan kerusakan. Pada bunga, mengakibatkan tak bisa membentuk polong.

Pengendalian :

–          Rotasi tanaman

–          Sanitasi lahan

–          Penyemprotan regent, metindo, larvin, curacron atau prevathon. Dengan jarak 3 hari sekali sesuai rekomendasi dosis yang dianjurkan

  1. Kutu Kebul (Bemisida tabacci)

Serangan ini berakibat tanaman mengerdil, sebab terhambat pertumbuhannya. Mereka hidup bergerombol di bawah permukaan daun, sehingga daun mengerut dan kuning.

Pengendalian :

–          Sanitasi lahan

–          Rotasi tanaman

–          Penyemprotan insektisida berbahan aktif abamectin, berikut bahannya seperti demolish, bamex dan sebagainya.

  1. Penggulung Daun (Lamprosema Indiva F)

Merusak bagian daun, sama seperti pada kedelai. Menggulung kemudian dimakan dan rusak.

Pengendalian :

–          Rotasi tanaman

–          Sanitasi lahan

–          Penyemprotan inseksitisida regent, metindo, larvin, dan yang lainnya dengan jarak 3 hari sekali, sesuai anjuran

  1. Ulat Buah/Ulat Polong (Heliothis armigera Hbn)

Serangannya mirip pengerek polong. Tinggal di dalam polong dan memakannya, sehingga polong rusak dan berlubang.

Pengendalian :

–          Penanaman serempak

–          Sanitasi lahan

–          Rotasi tanaman

–          Penyemprotan insektisida regent, metindo dan sebagai sesuai dosis dan aturan

  1. Lalat Buah

Lalat buah menyerang bagian kacangnya hingga berakibat polong rusak. Telurnya disimpan di sana, yang kemudian menetas jadi larva, lalu menggerogoti polong hingga busuk dan rontok. terhadap buah yang masak juga ikut diserang.

Pengendalian :

–          Memasang perangkap

–          Penyemprotan insektisida jenis profenos atau dimetoat yang dicampur bahan aktif metomil. Dipakai sesuai dosis yang disarankan

  1. Oteng-oteng/Penggerek Daun

Menyerang tanaman kacang hijau, baik pada waktu masih muda maupun ketika akan dipetik buahnya. Namun yang lebih sering terjadi pada saat masih muda, yang menyebabkan daun menjadi berlubang, mengering lalu mati.

Pengendalian :

–          Sanitasi lahan

–          Rotasi tanaman bukan sejenis

–          Penyemprotan insektisida regent, metindo, larvin dengan dosis sesuai aturan

  1. Ulat Grapyak (Spotera litura F)

Ulat ini menyerang hampir ke seluruh bagian tanaman, mulai dari daun, batang serta buah. Bila terlanjur parah, kacang hijau bisa mati dan mengering.

Pengendalian :

–          Sanitasi lahan

–          Rotasi tanaman

–          Penyemprotan insektisida regent, metindo dan sebagainya sesuai dosis.

  1. Ulat Jengkal

Dia pemangsa jenis tanaman yang berada di polybag. Menyerang seluruh bagian tanaman, terutama daun muda, mengakibatkan daun berlubang tak beraturan. Sehingga mengerdil, sebab terhambat pertumbuhannya.

Pengendalian :

–          Sanitasi lahan

–          Penyemprotan insektisida jenis regent, matador, decis dan sebagainya. Digunakan sesuai dosis yang dianjurkan

  1. Kutu Daun (Aphids)

Kutu daun, Menghisap cairan daun sehingga menjadi keriting. Kacang tumbuh secara mengerdil dan menurunkan produktifitas.

Pengendalian :

–          Sanitasi lahan

–          Rotasi tanaman

–          Penyemprotan insektisida bahan aktif abamectin seperti demolish, bamex, promectin dan sebagainya.

Hama dan penyakit yang menyerang kacang hijau sama persis yang terjadi pada tanaman kedelai. Karena itu pengendaliannya juga tak jauh beda. Baik dosis yang disarankan maupun interval saat melakukannya.

Related posts