Kyai NU tantang Habib Rizieq temui TNI, jangan bisanya cuma ngehina

  • Whatsapp

Pencopotan sejumlah baliho dan spandok bergambar Habib Rizieq Shihab yang dilakukan TNI bersama Polri memicu gelombang respons. Sebagian mengutuk perbuatan tersebut, namun tak sedikit yang secara tegas mendukungnya.

Terkait hal itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, KH Nuril Ariifin memastikan, langkah yang diambil TNI dan Polri sejatinya sudah benar. Itulah mengapa, kata dia, tak ada alasan untuk tidak mendukungnya.

“Kita harus dukung seribu persen, yang dilakukan TNI dan Polri sudah tepat. Jangan melihatnya hanya semata-mata itu baliho, itu spanduk saja. Tapi harus dilihat lebih dalam apa yang sudah dilakukan Habib Rizieq selama ini,” ujar Nuril, disitat dari CNN Indonesia, Minggu 22 November 2020.

Baliho Habib Rizieq
Baliho Habib Rizieq. Foto Instagram @sailendra.utama

Lebih jauh, Nuril mengingatkan, selama ini publik mengenal Habib Rizieq sebagai sosok yang acap bicara mengenai pemberontakan dan makar. Maka, kata dia, tak pantas seandainya wajah Imam Besar FPI itu terpampang di baliho atau spanduk berukuran besar.

“Selama ini dia selalu berkoar-koar ajakan revolusi, memberontak, makar dan pembentukan opini pemerintah yang selalu salah. Ini sudah tidak bisa ditolerir. Jadi melihatnya jangan hanya sekadar baliho dan spanduk,” terangnya.

Nuril tantang Habib Rizieq bertemu TNI dan Polri

Nuril yang merupakan mantan Panglima Pasukan Berani Mati pendukung Gus Dur tersebut mengatakan, Habib Rizieq sudah saatnya berani bertanggung jawab terhadap ucapannya yang kerap menghina aparat TNI dan Polri.

Habib Rizieq ceramah di Maulid Nabi

Sehingga, jika memang merasa benar, pria yang acap mengenakan sorban putih itu seharusnya berani tampil melawan aparat TNI dan Polri. Jangan bisanya hanya cuap-cuap di depan jemaahnya saja.

“Kalau berani mbok ya sekarang muncul. Tampil dong di depan, hadapi langsung TNI dan Polri. Jangan hanya bisanya menghina saat kotbah atau orasi. Tunjukkan kebesaran jiwanya, katanya seorang pelindung dan pengayom umat, jangan pendukungnya yang dikorbankan,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dengan tegas mengakui, penurunan sejumlah baliho atau spanduk Habib Rizieq di Jakarta merupakan perintahnya.

Kendati sempat mendapat perlawanan dan penolakan, namun Dudung memastikan tetap akan melakukan penertiban baliho tersebut. Sebab, kata dia, jika dibiarkan, Habib Rizieq beserta pendukungnya di FPI bakal semaunya dan semakin sulit diatur.