Pangdam Jaya Ancam Bubarkan FPI, Farhat: Lawan Musuh, Bukan Perangi Takbir Tanpa Senjata

  • Whatsapp

Pernyataan keras Pangdam Jaya yang mengancam untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI) ditanggapi Farhat Abbas yang menilai siapapun gak boleh membubarkan ormas tersebut.

“Siapapun gak boleh membubarkan ormas FPI hanya karena pasang baliho. Tugas TNI mengamankan negara bukan bongkar-bongkar baliho,” sebut Farhat dalam akun Instagramnya seperti yang dikutip INDOZONE, Sabtu (21/11/2020).

Dia menilai kalau TNI seyogyanya berperang melawan musuh bukan perangi takbir yang tanpa senjata.

“Berperanglah melawan musuh bukan perangi takbir yang tanpa senjata. Hargai kebebasan berpendapat dan berserikat warga negara. Semoga ketakutan rakyat terhadap masa lalu TNI tidak bangkit lagi. Amin,” sebutnya.

 

 

https://www.instagram.com/p/CH1VjETngxx/?utm_source=ig_embed

Dia menyebut sepuluh orang pun seperti HRS muncul di Indonesia, gak ada yang bisa menghapus kecintaan dan kesetiaan HRS pada Allah dan NKRI.

“Tapi satu ancaman dan kekerasan ataupun pembubaran berserikat di Indonesia, sangat memungkinkan membuat kita terpecah belah,” katanya.

Pangdam perintah langsung turunkan baliho HRS

Beberapa waktu lalu, beredar video sekelompok orang berpakaian loreng yang menurunkan baliho berisi foto pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Jakarta.

Ternyata, penurunan baliho itu diperintah langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Menurut Dudung, personel TNI turun tangan karena tindakan petugas Satpol PP tidak pernah digubris.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq. Itu perintah saya. Itu perintah saya. Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu,” kata Dudung kepada wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Pada kesempatan ini, Dudung juga menyampaikan bahwa siapa pun yang tinggal di Indonesia mesti taat hukum.

“Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum,” kata Dudung.

Dudung kembali menyoroti pemasangan baliho yang menurutnya tidak sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, dia meminta FPI dibubarkan jika melanggarnya.

“Kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” kata Dudung.

Dudung juga menyoroti ajakan revolusi yang terpampang pada sejumlah baliho di Jakarta. Dia bahkan menyebut tidak segan untuk bertindak keras.

“Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur, suka-sukanya sendiri. Ingat ya, saya katakan, itu perintah saya dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho-baliho yang mengajak revolusi dan segala macam,” kata Dudung.

“Saya peringatkan, saya peringatkan, dan saya tidak segan-segan untuk menindak dengan keras yang coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa mewakili umat Islam. Tidak semua, banyak umat Islam yang baik, yang berkatanya juga baik, berucapnya baik dan bertingkah lakunya juga baik,” sambungnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : INDOZONE